Minggu, 06 Mei 2012

Riwayat.........................

Riwayat Hidup Paguyuban Wirid Sadar Pengalih Menuju Ke Pondok Seni Reyog Margo Jati Jolo Sutro




Berawal  dari tgl  9-9-1999  saya hari purnomo bersama teman-teman mendirikan paguyuban  wirid  sadar penggalih yang ber  anggotaan mayoritas  dari  teman-teman   peminum  dan  preman-preman yang ada  di  ponorogo  dgn  penuh  harapan   dapat merubah  gaya  hidup  dan  jalan  hidup  dalam  kegiatan  yang  kami  sepakati  kami berinama paguyuban  wirid sadar penggalih

sadar  prnggalih  mewujudkan  acara  doa  bersama  setiap  malam  jumat  pon dirumah  hari. Purnomo jln  puspowarno/prajuritan  no 30b  mangkujayan  ponorogo dani malam  1  suro  di  tempat  yang  sama 

hari demi  hari  bulan  demi  bulan  tahun  demi  tahun  perjalanan kami cukup  bagus  respon dan  tanggapan  masyarakat  di  ponorogo  bahkan  juga  dari luar ponorogo tidak  sedikit  dan  juga  dengan  sedikit  kemampuan  spiritual  dari  allah s.w.t  yang  diberikan  pada  saya {hari. Purnomo}  sering membantu  sesama  dalam  pengobatan  alternatif  dan, pemgusiran  makhluk  halus  dan,  juga  membantu  permasalahan  rumah  tangga  ataupun  problem2  lainya,  alhamdulillah  banyak  yg  jodoh . . . . Namun  saya  sejujurnya  mengakui  bahwa  saya  ini hanya  hamba  allah  yg  sangat  bodoh  dan  tidak  berpendidikan  hanya  berbekal keyakinan {sejelek  apapun  yg  dikasihkan  allah kepadaku  saat ini, aku  yakin  adalah  terbaik  buat  kita}

semakin  madep  mentep perjalanan  kami  teruskan  suka  duka  perjalanan  yg  kami lalui   dan  cobaan atau  ujian yg  kami hadapi  juga  mewarnai, namun  berkat  bimbingan  eyang  kasni  guno pati{sesepuh  warok  ponorogo} kami  lewati  dengan  penuh  percrya  diri

Pada  suatu  hari  kami  kedatangan  tamu dari  salah  satu stasion  trans  tv  untuk  mengisi  acara  dunia  lain.  Era  tahun  2000an di  klampis ireng  tempat  keramat  di  ponorogo  dan, di  mbeji  tawon  ngaw, dan  juga di sebuah  pabrik yg  lama takterpakai  di  koto  yogyakarta alhamdulillah bisa  kami  laksanakan dengan  sukses.

mulai  saat  itu  banyakorang  memanggilkui  dengan  sebutan  mbah  pur warok  gendeng{m.  P.  W.  G.}
Sebutan  warok  gendeng  itu  perlu  diingat  sebab  itu  hanya  sebutan  spontalitas  lelucon  sesaat  temen2  kami  yg  mengaku  sering  melihat  pergaulanku  dgn  siapapun  tanpa  pilih2 dari  maling,pelacur,sampai  pejabat  dan  para  pemuka  agama  dianggap  biasa sama  derajadnya dan  juga  logat  bicara  saya  yg  suka bengak - bengok  kaya  orang  gendeng  mungkin  dari  itu  teman2  menyebut  warok  gendeng  dan  aku  sendiri tidak  pernahmemikirkan  hal  itu  aku  anggap  semua  itu  biasa  saja  sebab  apa  arti  sebuah  nama  bagiku.

mulai  saat  itu  aku  sering  mengunjungi  runahnya  eyang  kasni  guno  pati  untuk ,mendengarkan  petuah2  beliau  dengan  ciri  khas   ponoragan  selain  sebagai  panjer  kasepuhan {mbah  kung} sering  aku  menyebutnya 

beliau  juga  tokoh  kesenian  reyog  ponorogo  yg  cukup  ddikenal  dari  dalam  sampai  luar  negri, aku  banyak  angingat  paweling  beliau  adalah   tutur  sabar  ora  ono  watese, ojo mung  mikir jenange  ben tansah  arum  jenenge,  nggayuh  mulyo  ojo  wedi  mring  rekoso… pitutur  beliaulah  yg  semakin  menguatkann  jati  diriku  sebagai  anak  darah  ponorogo

 pada  suatu  hari  aku  ditanyai  mbah  kung  tentang  reyog  dan  aku  menjawab  belum  bisa  punya  reyog  kung……..itu  kata  yg  aku  lontarkan  dan  aku  merasa  kecil  hati  namu  tiap  hari aku  selalu  berfikir  bagamana  aku  biza  mempunyai  sebuah  group  reyog…..  Ternyata  allah   memberi  aku  jalan  tanpa  aku  duga  ada  sebuah  perusahaan  swasta  memmbeli  seprangkat alat  reyog  komplit  meskipun  sudah  terpakai  namun  aku  sangat  bangga oleh  perusahaan  tersebut  dititipkan  atau  dipercayakan  pada  ku  utk  mengelolanya,  namun  aku  juga  masih bingung  dari  mana  aku  mamulainya/.  Akhirnya  aku  memutuskan  utk    mengundang  teman- teman  yg  tau  tentang  reyog  ternyata  semua  iku  mendukung  semakin  membuatku  semangat  untuk melestarikan kesenian reyog  ponorogo  kebanggaan  masyarakat  ponorogo.

Sardulo dewo mudho ,pertama aku memberi nama group reyog. Dengan sebuah harapan berkembang baik  dengan nama yg besar itu.

Sardulo dewo mudo kami deklarasikan ( gebyakan ) Tepat  pada tanggal  29-januari-2005 bertempat di jln Puspowarno ( prajuritan ) 30 b tempat sekertariat kami yang sekarang ini , suasana saat itu sangat  meriah para tokoh tokoh masyarakt banyak yang hadir namun ditengah tengah acara ada pristiwa yang sangat memalukan bagiku ,dadak merak sardulo dewo mudho patah semua orang tersenyum sinis
Seolah olah menghina padaku aku hanya terdiam  menahan malu .

Dengan adanya kejadian itu  aku sadar kalau hanya ujian bagiku semangat ku takkan padam  nggayuh mulyo ojo wedi mring rekoso itulah tongkat keyakinanku. Dalam kurun waktu 2 tahun sardulo dewo mudho aku pimpin. Dan perjalananya sangat memprehatinkan sering terjad job pentas dibatalkan ,,,itulah suka duka ujian group reyog yang kami pimpin..


Di thn 2007.alhamdulillah tuhan memberiku rizki dengan ketekatan ,yang bulat  kami bertekat untuk membuat  dadak merak 1 lagi akhirya dapat terselesaikan berkat kekompakan teman 2 pendukung kami dadak merak yang baru ini kami beri nama,
MARGO JATI  JOLO SUTRO “
MARGO manungso kang rumekso rogo
JATI jagad kang manggon sak tengaing ati
JOLO jagad ombo linuwih tan ono wates
SUTRO setyo utomo teguh ing karyo 


...itulah  makna yang ter kandung dalam  reog kami sampai sekarang.ini..

Alhamdulillah margojati jolo sutro dapat  menjadi penyambung seni reyog yg berada di ponorogo kota tercinta ini sebagai kota wisata
Kami segenap pendukung pondokseni reyog margo jati jolo sutro mengucap kan beribu-ribu terima kasih atas  partisi pasi semua masyarakat dari ber bagai golongan untuk ikut melestarikan kesenian reyog ponorogo jangan sampai terjadi pengakuan dari lain,,ada kurang lebihnya tulisan kami. kami mohon maaf yang sebesarnya,,salam seni budaya urip seni senine urip rahayu rahayu rahayuuuu,,,

Selasa, 24 April 2012



Generations of Jolo Sutro

Seni adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengankadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata "sani" yang artinya "JiwaYang Luhur/ Ketulusan jiwa". Dalam bahasa Inggris dengan istilah "ART" (artivisial) yang artinya adalah barang/atau karya dari sebuah kegiatan. Konsep seni terus berkembang sejalandengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis
Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu. Seni tradisional yang ada di suatu daerah berbeda dengan yang ada di daerah lain, meski pun tidak menutup kemungkinan adanya seni tradisional yang mirip antara dua daerah yang berdekatan.  Definisi Seni adalah kesanggupan akal manusia untuk menciptakan sesuatu karya yang bermutu dan bernilai tinggi.Seni menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai suatu karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa. Seni tari adalah seni yang berupa gerakan-gerakan yang indah dan berirama (ritmis).
Banyak orang mungkin sudah sangat familiar dengan salah satu warisan budaya bumi nusantara ini. selain memang karena keunikan dari warisan budaya yang satu ini, beberapa tahun belakangan kebudayaan ini ramai menjadi perbincangan di kalangan domestik maupun internasional.
Terlepas dari hal tersebut, salah satu warisan budaya kebanggaan Indonesia yang satu ini memang sangat menarik. Tidak hanya sebagai unsur budaya yang memiliki nilai jual pariwisata yang tinggi. Reog Ponorogo juga memiliki nilai historis kebudayaan yang sarat akan kearifan lokal yang penuh dengan pesan moral
Reog Ponorogo pada dasarnya adalah salah satu seni budaya yang berasal dari tanah Jawa, tepatnya Jawa Timur yang bernama asli Reog. Namun karena kesenian ini sudah sangat melekat dan berasal dari wilayah Ponorogo.


Meskipun kesenian Reog saat ini sudah menjadi instrumen pariwisata yang dimanfaatkan untuk menarik minat wisatawan, namun kearifan lokal dari Reog Ponorogo ini masih lekat dan jelas di mata masyarakat, khususnya masyarakat Ponorogo. Tak heran, masyarakat Ponorogo jelas memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung didalamnya serta mengaplikasikannya ke dalam bentuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Reog Ponorogo juga jelas mencerminkan kearifan bangsan Indonesia seutuhnya.
Mencermati perkembangan yang ada serta menyadari sepenuhnya tuntunan dan tantangan dalam pembangunan nasional, serta didorong rasa tanggung jawab membina dan mengembangkan adat dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,Maka untuk menggapai cita, memperteguh marwah sudah pada saatnya melangkah lebih maju dalam menyikapi proses perubahan social dan perkembangan pembangunan dengan melakukan berbagai aktifitas yang akseleratif dalam segala bidang khususnya dalam bidang seni dan budaya yaitu pelestarian REYOG Upaya ini memiliki konteks histories dengan keberadaan dalam mengangkat seni dan budaya yang ada di Ponorogo, maka dari itu kami “ Pondok Seni REYOG MARGO JATI JOLO SUTO “ memiliki dasar pemikiran :
·         Mencoba mengembangkan serta memberi pelajaran bagi anak didik generasi muda agar lebih tau,cinta akan budaya daerah yang ada di Kota Ponorogo ini.
·         Memberikan ruang kebebasan bagi generasi muda agar bisa berkreasi yang unik, menarik, imajinatif dan serta pembelajaran yang sangat leluasa bagi generasi muda untuk berkembang melelui seni dan budaya.
·         Generasi  muda diperkenalkan untuk mengenal kondisi lingkungan masyarakat dari berbagai sudut pandang dengan mengangkat kebudayaan ; nilai sosial, nilai pendidikan, nilai etika, nilai kemanusiaan dan mengapilikasikan kedalam bentuk kebudayaan yang mempunyai nilai estetika.
·         Dengan pembelajaran seni dan budaya diharapkan bisa lebih memicu kreativitas generasi muda yang mampu untuk membuat karya dan dapat diapresiasi oleh masyarakat.
·         Pembekalan mental diri pada para pemuda agar tidak mudah terpengaruh degan budaya luar yang negatif.



Tujuan pengembangan seni REYOG :
·        Melestarikan seni budaya Khususnya REYOG PONOROGO sebagai unsur penting kekuatan budaya nasional.
·         Kebudayaan daerah merupakan Sumber dari segala sumber kebudayaan nasional.
·         Sebagai sarana aktifitas masyarakat ponorogo agar lebih akrab dengan REYOG atau kebudayaan milik sendiri ( local ) sehingga tidak tercabut dari akar kebudayaanya.
·         Memperteguh marwah dan jati diri orang Ponorogo melalui kegiatan budaya local yaitu REYOG
·         Sebagai sarana mengakrabkan  kebudayaan reyog dengan masyarakat baik local, nasional, dan manca Negara,Sarana hiburan yang mendidik bagi seluruh masyarakat Ponorogo, serta membantu pemerintah Daerah Ponorogo untuk menjaga ketahanan budaya yang berimbas kepada kualitas pengelolaan sumber daya manusia khususnya di Ponorogo


Selasa, 03 April 2012


JOLO SUTRO foundation

Bila kita mendengar kata PONOROGO tentunya yang legendaris adalah REYOGCerita legenda reyong yang sangat mendunia, 
Sebuah rombongan reyog khas, kemudian biasanya terdiri tari warok,tari jatil, tari bujangganong, tari klonosewandono dan tari dadak merak.Orang-orang poorogo memiliki reputasi untuk menjadi tangguh, baik fisik maupun mental. Kualitas dan kuantitas serta keberanian dan berani sepenuhnya ditampilkan dalam kinerja reyog, dimana fokus perhatian adalah pada penari yang sanggat menjiwai dari karakter seni tarian yang dibawakan.


Disini anak-anak " Pondok Seni REYOG MARGO JATI JOLO SUTRO "
dibawah bimbingan MPWG atau yang lebih kita kenal Mbah PurWarok Gendheng,mencoba menggabungkan dua buah aliran music yaitu REYDUT ( Reyog Dangdut ) dan tentunya tidak akan merubah PAKEM yang ada, penggabungan dua sisi aliran music yang berbeda menjadikan sebuah maha karya yang sangat baik, serta hasilnya sanggat memuaskan terdengar apik cantik bila kita lihat indah bila kita dengar. and of course we can make an educated spectator and guidance for generations to come.


Keberadaan reog di masa depan ditentukan generasi muda 
itu sendiri, bagaimana mereka mau menghargai dan sampai

kapan terus melestarikannya di tengah berbagai pengaruh 

negatif Narkoba dan modernitas yang deras menyerbu.



Untuk itu Pondok Seni Reyog Margo Jati Jolosutro mengajak semua kalangan masyarakat untuk benar-benar memerangi narkoba, dengan memberikan ruang dan waktu kepada anaknya agar kegiatannya di isi dengan hal-hal yang positif, salah satunya dengan kesenian reyog.


Bersama Pondok Seni Reyog Margojati Jolosutro juga diajarkan tentang pendidikan aklhak dan keimanan yang menunjang kehidupan sehari-hari karena generasi muda adalah sebagai elemen yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun dalam melestarikan kebudayaan yang ada diIndonesia dan sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.


Maka dari itu kami dari " YAYASAN PONDOK SENI REYOG MARGO JATI JOLO SUTRO "
Membuka les Tari, dengan istruktur yang sangat ahli di bidangnya kami mengajak Putra-Putri anda untuk mulai merintis kesenian REYOG
Adapun jenis Tari yang kita ajarkan :
* Tari Warok
* Tari Bujangganong
* Tari Klonosewandono
* Tari Jatil
* Serta Balajar Krawitan
* dan masih banyak Jenis Tari lain yang akan kita ajarkan


SEGERA DAPATKAN FOLMULIR PENDAFTARAN....!!!!
Sekertariat : Jln. Puspowarno / Prajuritan 30 B mangkujayan PONOROGO
Tlp            : 081 335 720 878 / 0853 335 186 234
email         : jolosutro99@gmail.com / mpwg_warokgendheng@yahoo.co.id